Teknik Menulis Buku Non Fiksi yang akan Membuat Pembaca Membuka Halaman Selanjutnya

Apakah teknik menulis buku non-fiksi dan buku fiksi memiliki persamaan? Dilihat dari dasar atau tujuan penulisannya, kedua buku ini memiliki tujuan yang berbeda.

Buku fiksi adalah buku yang dibuat untuk menghibur sedangkan buku non fiksi adalah buku yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan wawasan dan ilmu. Hal inilah yang menyebabkan teknik menulis kedua buku ini berbeda.

Menulis buku non fiksi bukan merupakan hal yang mudah. Sulitnya adalah menjaga pembaca  tetap tertarik untuk menyelesaikan buku selama mereka membaca.

Lalu bagaimana teknik agar para pembaca tetap setia pada buku Anda sampai habis? Berikut ini adalah teknik yang bisa digunakan.

 Ceritakan sesuatu yang terkenang

Manusia tertarik dengan cerita sejak dahulu kala. Pada saat makan siang, Anda berbincang dengan rekan kerja menceritakan cerita terbaru dari kehidupan Anda bukan? Hal ini membuktikan bahwa manusia lebih mudah mengingat cerita/kisah dibandingkan dengan aturan yang abstrak, formula dan juga konsep.

Buku Anda akan lebih kuat dan lebih mudah dipahami jika Anda memasukkan contoh kecil, pengalaman, dan juga perbandingan atau analogi yang terkait realitas manusia sehari-hari.

 Pancing audiens Anda

Buku fiksi mengikat perhatian audience mereka mulai dari mereka membaca hingga akhir buku. Mengapa tidak melakukan hal yang sama dengan buku non-fiksi Anda?  Jika Anda membuat buku online, maka Anda akan memiliki banyak sekali kompetitor jadi sangat penting menemukan kalimat pertama yang akan membuat pembaca tertarik untuk membaca tulisan Anda selanjutnya.

Untuk teknik menulis buku non-fiksi bagian ini adalah dengan memulai cerita Anda dengan menceritakan kisah personal atau cerita yang memiliki sifat sejarah. Setelah itu tanyakan pertanyaan pada audiens Anda? coba ajak audiens untuk menjadi reflektif dengan kondisinya. Semakin ada kaitan dengan diri pembaca, akan semakin tertarik pembaca melanjutkan bacaannya.

Gunakan bahasa Emosional 

Sebuah literatur non fiksi yang buruk adalah literatur non fiksi yang memiliki kesan faktual berlebih. Kesan faktual yang berlebih ini akan menyebabkan banyak orang merasa bosan karena tidak bisa memahaminya. Oleh karena itu gunakan bahasa-bahasa yang lebih emosional dibandingkan dengan kode-kode yang mungkin hanya Anda mengerti. Hal ini merupakan teknik menulis buku non-fiksi yang paling penting untuk diperhatikan.

Demikian teknik sederhana, namun mujarab untuk dicoba. Selamat berkreasi!

“If you don’t have time to read, you don’t have the time (or the tools) to write. Simple as that.” –Stephen King

Manfaat Membaca Buku Non Fiksi

Novel dan majalah memang menghibur, namun buku non fiksi akan memberikan rasa lebih puas dan juga lebih bermanfaat. Apa saja Manfaat buku non-fiksi ini? Berikut ini ulasannya.

Belajar pelajaran kehidupan yang berharga

Anda bisa menonton film mengenai Abraham Lincoln tapi jika anda ingin lebih mendapatkan kepuasan diri dalam mempelajari karakter dari Abraham Lincoln, maka dengan membaca biografinya akan lebih memuaskan. Biografi memberikan gambaran mengenai kilasan tragedi dan hal-hal lain yang terjadi dalam hidup orang-orang terkenal dalam sejarah. Membaca tentang pengalaman dari orang terkenal akan membantu kita mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan yang berharga dan menjauhi lubang yang sama dan membuka kesempatan baru.

Meningkatkan konsentrasi

Hal lain yang akan kita dapatkan ketika membaca buku non fiksi adalah meningkatkan fokus dan konsentrasi. Membaca buku non-fiksi merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan fokus. Dengan melakukan kegiatan berkonsentrasi secara berulang dalam membaca, maka akan lebih mudah bagi kita untuk lebih produktif dan memiliki pikiran yang lebih aktif. 15 menit membaca atau mendengarkan literatur non fiksi akan membantu kita untuk lebih mudah fokus.

Dapat berkomunikasi dengan lebih baik

Manfaat buku non-fiksi yang selanjutnya adalah membantu kita untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Dengan membaca lebih banyak buku non fiksi, maka kita akan mendapatkan kata-kata yang baru sehingga akan lebih mudah untuk berkomunikasi dalam keseharian. Selain itu kita juga bisa menggunakan gaya bahasa dari penulis yang sering dibaca bukunya ketika akan menulis buku kita sendiri.

Meningkatkan kemampuan otak

Selanjutnya yang menjadi manfaat ketika kita banyak membaca buku non fiksi adalah mengenai kemampuan otak kita dalam mengolah informasi. Membaca buku non fiksi merupakan salah satu cara otak untuk berolahraga. Dengan membaca buku non fiksi secara rutin, memori otak kita akan meningkat, kemampuan analisis juga akan meningkat. Bukan hanya itu, Manfaat buku non-fiksi lain yang sangat penting adalah mengenai menurunnya potensi masalah degeneratif otak kita sehingga otak bisa sehat lebih lama.