Manfaat Membaca Buku Non Fiksi

Novel dan majalah memang menghibur, namun buku non fiksi akan memberikan rasa lebih puas dan juga lebih bermanfaat. Apa saja Manfaat buku non-fiksi ini? Berikut ini ulasannya.

Belajar pelajaran kehidupan yang berharga

Anda bisa menonton film mengenai Abraham Lincoln tapi jika anda ingin lebih mendapatkan kepuasan diri dalam mempelajari karakter dari Abraham Lincoln, maka dengan membaca biografinya akan lebih memuaskan. Biografi memberikan gambaran mengenai kilasan tragedi dan hal-hal lain yang terjadi dalam hidup orang-orang terkenal dalam sejarah. Membaca tentang pengalaman dari orang terkenal akan membantu kita mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan yang berharga dan menjauhi lubang yang sama dan membuka kesempatan baru.

Meningkatkan konsentrasi

Hal lain yang akan kita dapatkan ketika membaca buku non fiksi adalah meningkatkan fokus dan konsentrasi. Membaca buku non-fiksi merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan fokus. Dengan melakukan kegiatan berkonsentrasi secara berulang dalam membaca, maka akan lebih mudah bagi kita untuk lebih produktif dan memiliki pikiran yang lebih aktif. 15 menit membaca atau mendengarkan literatur non fiksi akan membantu kita untuk lebih mudah fokus.

Dapat berkomunikasi dengan lebih baik

Manfaat buku non-fiksi yang selanjutnya adalah membantu kita untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Dengan membaca lebih banyak buku non fiksi, maka kita akan mendapatkan kata-kata yang baru sehingga akan lebih mudah untuk berkomunikasi dalam keseharian. Selain itu kita juga bisa menggunakan gaya bahasa dari penulis yang sering dibaca bukunya ketika akan menulis buku kita sendiri.

Meningkatkan kemampuan otak

Selanjutnya yang menjadi manfaat ketika kita banyak membaca buku non fiksi adalah mengenai kemampuan otak kita dalam mengolah informasi. Membaca buku non fiksi merupakan salah satu cara otak untuk berolahraga. Dengan membaca buku non fiksi secara rutin, memori otak kita akan meningkat, kemampuan analisis juga akan meningkat. Bukan hanya itu, Manfaat buku non-fiksi lain yang sangat penting adalah mengenai menurunnya potensi masalah degeneratif otak kita sehingga otak bisa sehat lebih lama.

Asesmen psikologis di tempat kerja

Pernahkah Anda mendengar DISC, MBTI, NEO-PI-R, dan HPI? Ini adalah sedikit contoh instrumen yang sering digunakan dalam proses merekrut atau mengembangkan pegawai.

Ada banyak lagi instrumen lainnya yang sering digunakan oleh perusahaan. Bahkan tidak jarang perusahaan menggunakan instrumen yang dikembangkan sendiri untuk dapat menjaring calon pegawai yang cocok dengan misi dan visi perusahaan. Proses asesmen seringkali mensyaratkan penggunaan beragam instrumen. Mengapa? Karena hanya menggunakan satu instrumen saja tidak cukup untuk mengetahui aspek-aspek mental seseorang. Untuk mengukur kecerdasan intelektual, digunakan IQ test, sementara untuk mengukur kepribadian ada lagi instrumen lainnya. Belum lagi jika ingin mengukur sikap kerja, tingkat stress, kepemimpinan, dan lain sebagainya.

Seberapa efektif kah penggunaan instrumen-instrumen psikologis ini?

Sangat efektif untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait aspek mental individu, terutama kesiapan untuk terjun ke dunia kerja. Perusahaan tentunya tidak ingin asal merekrut, semakin strategis posisi yang ditawarkan akan lebih baik jika perusahaan mendapatkan informasi mendalam dari aspek psikologis calon pegawai dan bukan semata kemampuan teknis yang andal.

Bagaimana kah dengan calon pegawai yang akan di-ases?

Mau tidak mau suka atau tidak suka, calon pegawai harus menjalaninya jika itu bagian dari proses rekrutmen. Menjalani prosesnya dengan menjadi diri sendiri adalah lebih baik daripada berupaya menjadi orang lain atau berusaha menyesuaikan setiap pilihan jawaban. Ketidak-konsistenan akan terlihat jika jawaban-jawaban yang diberikan saling bertolak belakang antara instrumen yang satu dengan yang lain. Banyak sekali instrumen yang memiliki indikator silang antara instrumen yang satu dengan yang lain sehingga akan terlihat jawaban yang konsisten atau tidak.

Sejauhmana penerapan asesmen psikologis dilakukan di tempat kerja?

Saat ini di Indonesia semakin banyak yang menggunakan asesmen psikologis. Bahkan banyak perusahaan besar, telah mengembangkan bentuk asesmennya sendiri, sehingga akan berbeda satu dengan yang lainnya, tidak semata menggunakan psycho-test yang sepertinya sudah menjadi standar masa lalu.

Tren yang terlihat bahwa semakin besar perusahaan, semakin spesifik instrumen yang mereka gunakan untuk proses rekrutmennya. Hal ini karena biasanya berkaitan juga dengan proses training dan development yang akan diberikan untuk pegawai tersebut.

Asesmen psikologis yang saat ini sedang naik daun adalah assessment centre. Ini mengacu pada pengukuran kompetensi individu. Sejauhmana calon pegawai mampu dan kapabel mengisi posisi yang ditawarkan sekaligus juga membedakan antara individu yang mampu berkinerja tinggi dengan kinerja rata-rata. Proses yang dijalani dalam assessment centre biasanya lebih panjang dibandingkan proses asesmen yang standar.

Bahkan dengan berkembangnya teknologi, dipastikan akan semakin beragam instrumenpsikologis ataupun asesmen yang digunakan di masa depan