Menulis Buku Cetak vs E-book: Empat Perbedaan yang Perlu Dikenali

Berbicara mengenai menulis buku, di era ini kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu; menulis ebook atau menulis buku cetak (print-out). Keduanya terlihat sama-sama menulis dengan jenis-jenis yang sama. Misalnya novel, non-fiksi, puisi, buku bisnis dll. Walau mirip, tetapi tetap ada perbedaannya, terutama dalam bentuk, format, dan distribusinya. Apa perbedaan menulis buku vs e-book? Berikut ini ulasan ringkasnya.

Fleksibilitas
Salah satu perbedaan antara buku yang dicetak dan e-book adalah terkait fleksibilitas dalam distribusi. Untuk menjual buku cetak, seorang penulis harus datang ke lembaga percetakan, memasukkan skrip buku yang ditulis. Setelah itu dilihat apakah buku yang ditulis layak cetak atau tidak. Hal ini sering kali membuat para penulis yang masih baru merasa kurang percaya diri.

Beda dengan e-book. E-book adalah sebuah buku yang ditulis, kemudian bisa juga diterbitkan sendiri. Dengan menulis e-book, kita bisa menjualnya di situs pribadi atau melalui situs lain yang fokus pada penjualan buku online. Bila menjual sendiri, kita bisa mendapatkan keuntungan seharga buku yang kita jual, tanpa potongan apapun. Apabila, dijual melalui melalui website lain, kemungkinan kita akan mendapatkan 80% dari harga jual setelah dipotong komisi. Masih lebih menguntungkan bukan? dibandingkan hanya mendapatkan royalti buku cetak, yang besarnya maksimal 30%.

Editor Penulisan
Untuk penulisan buuku cetak, di tahap akhir dibutuhkan tenaga orang lain untuk membantu menyelesaikan buku dengan sempurna, salah satunya adalah editor. Beda dengan e-book, ketika menulis e-book, kita bisa menerbitkannya tanpa perlu editor. Tapi, jika kita tidak yakin dengan penulisan kita sendiri, maka dimungkinkan dalam menulis e-book, kita menyewa editor untuk membantu mereview tulisan yang kita susun.

Format dan lay out
Ketika kita menulis buku cetak, kita bisa menggunakan software ms words atau ibook yang sudah teraplikasi di laptop kita. Selanjutnya desain dan lay-out akan dibuatkan oleh tim yang ada di penerbitan. Sebaliknya dengan e-book, kita bisa menggunakan format sesuai selera kita. Beragam aplikasi untuk menulis e-book juga tersedia. Bagi yang ingin mendapatkan buku dengan format yang menarik, bisa membuat program e-book menjadi buku yang bisa di bolak balik seperti buku print out pada umumnya. Memang butuh waktu dan membuat desainnya, tapi mendesain sendiri menjadi kepuasan tersendiri dan bisa dibuat sesuai dengan keinginan kita. Apalagi bila kita senang mendesain.

Kompetisi
Persaingan ketika menulis buku elektronik sangat ketat. Oleh karena itu, pastikan kita membuat e-book yang berbobot sehingga audiens mau membelinya.

Manfaat Membaca Buku Non Fiksi

Novel dan majalah memang menghibur, namun buku non fiksi akan memberikan rasa lebih puas dan juga lebih bermanfaat. Apa saja Manfaat buku non-fiksi ini? Berikut ini ulasannya.

Belajar pelajaran kehidupan yang berharga

Anda bisa menonton film mengenai Abraham Lincoln tapi jika anda ingin lebih mendapatkan kepuasan diri dalam mempelajari karakter dari Abraham Lincoln, maka dengan membaca biografinya akan lebih memuaskan. Biografi memberikan gambaran mengenai kilasan tragedi dan hal-hal lain yang terjadi dalam hidup orang-orang terkenal dalam sejarah. Membaca tentang pengalaman dari orang terkenal akan membantu kita mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan yang berharga dan menjauhi lubang yang sama dan membuka kesempatan baru.

Meningkatkan konsentrasi

Hal lain yang akan kita dapatkan ketika membaca buku non fiksi adalah meningkatkan fokus dan konsentrasi. Membaca buku non-fiksi merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan fokus. Dengan melakukan kegiatan berkonsentrasi secara berulang dalam membaca, maka akan lebih mudah bagi kita untuk lebih produktif dan memiliki pikiran yang lebih aktif. 15 menit membaca atau mendengarkan literatur non fiksi akan membantu kita untuk lebih mudah fokus.

Dapat berkomunikasi dengan lebih baik

Manfaat buku non-fiksi yang selanjutnya adalah membantu kita untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Dengan membaca lebih banyak buku non fiksi, maka kita akan mendapatkan kata-kata yang baru sehingga akan lebih mudah untuk berkomunikasi dalam keseharian. Selain itu kita juga bisa menggunakan gaya bahasa dari penulis yang sering dibaca bukunya ketika akan menulis buku kita sendiri.

Meningkatkan kemampuan otak

Selanjutnya yang menjadi manfaat ketika kita banyak membaca buku non fiksi adalah mengenai kemampuan otak kita dalam mengolah informasi. Membaca buku non fiksi merupakan salah satu cara otak untuk berolahraga. Dengan membaca buku non fiksi secara rutin, memori otak kita akan meningkat, kemampuan analisis juga akan meningkat. Bukan hanya itu, Manfaat buku non-fiksi lain yang sangat penting adalah mengenai menurunnya potensi masalah degeneratif otak kita sehingga otak bisa sehat lebih lama.